Senin, 27 Februari 2012

Bantuan Kapal Nelayan 30 GT



KKP Beri Bantuan 9 Kapal Ikan ke Maluku

Maluku-"kba.ajiinews"

Kementerian Kelautan dan Perikanan memberi bantuan sembilan unit kapal ikan Mina berbobot mati lebih dari 30 gross ton (GT) kepada nelayan di Provinsi Maluku. "Bantuan ini untuk mendukung Provinsi Maluku sebagai lumbung ikan nasional," ujar Sharif Cicip Sutardjo, Menteri Kelautan dan Perikanan, Minggu (5/2).

Selain kapal, KKP juga-memberikan bantuan langsung Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) perikanan tangkap untuk 39 kelompok nelayan, senilai masing-masing Rp 100 juta, atau total Rp 3,9 miliar. Sedangkan untuk usaha pengolahan mendapat bantuan Rp 1,9 miliar.

Untuk mengembangkan pelabuhan perikanan (PP) Bandanaira dan PP Eri, KKP memberikan bantuan pembangunan masing-masing senilai Rp 3 miliar. Diharapkan bantuan itu dapat digunakan untuk mengembangkan dan meningkatkan infrastruktur dua pelabuhan perikanan tersebut

Dalam siaran persnya, KKP mengatakan bantuan ini merupakan tindak lanjut upaya percepatan pelaksanaan prioritas pembangunan nasional, khususnya program ketahanan pangan di bidang kelautan dan perikanan.//handoyo //-//kba.ajiinews//sibernelayan//
Sumber :Harian kotan 07 febuari 2012.hal7



Menteri KKP Bantu Sulbar Tujuh Kapal Nelayan

Menteri KKP Bantu Tujuh Kapal Nelayan Di Sulawesi Barat


=sumber antara =

Sulawesi Barat -Mamuju -"kba GALANG "

 Kementrian Keluatan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan kepada pemerintah di Provinsi Sulawesi Barat, berupa tujuh unit kapal untuk nelayan.

Menteri Keluatan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo saat melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sulbar, menyerahkan bantuan tujuh unit kapal nelayan kepada Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Sabtu.

Kapal bantuan perikanan yang diberikan KKP tujuh unit untuk nelayan Sulbar, terdiri dari tiga unit kapal nelayan berkapasitas 30 GT senilai Rp4.5 miliar dan empat unit kapal nelayan berkapasitas 5 sampai 30 GT senilai Rp4.2 miliar.
Selain memberikan bantuan kapal kepada nelayan Sulbar KKP juga memberikan bantuan dua paket penyediaan rumah ikan untuk nelayan Sulbar senilai Rp400 juta.

Kemudian juga memberikan bantuan 1000 unit kartu nelayan yang nilai anggarannya sekitar Rp50 juta.

"Bantuan yang diberikan itu bersumber dari dana APBN tahun 2012 melalui Direktorat Jendaral Perikanan Tangkap KKP," kata Sharif C Sutardjo.

Ia mengatakan, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk peningkatan sarana dan prasarana perikanan tangkap di Sulbar dalam rangka memacu produksi perikanan dalam negeri agar terus meningkat.

Menurut dia, produksi perikanan tangkap dalam negeri sekitar enam juta ton pertahun dirasakan masih rendah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonominya, sehingga mesti terus digenjot dan ditingkatkan.

"Kita masih kalah dari negara China yang mampu memproduksi hasil perikanan tangkapnya sekitar 16 juta ton pertahun, sementara negara kita hanya mampu memproduksi enam juta ton, sehinga produksi perikanan kita mesti ditingkatkan mulai daerah," katanya.

Oleh karena itu ia mengatakan, pada tahun ini, seluruh sarana dan prasarana tangkap kebutuhan nelayan di daerah penghasil ikan di Indonesia, termasuk di Sulbar harus dipenuhi agar lebih memadai sehingga produksi perikanan dalam negeri terus dapat meningkat untuk memajukan ekonomi bangsa. (T.KR-MFH/E001)

Minggu, 26 Februari 2012

SIBER NELAYAN - Seputar Informasi Berita Nelayan


SIBER NELAYAN - Seputar Informasi Berita Nelayan

Bandung-"kba.ajiinews"

Ketua Aktivitas Jurnalistik Independen Indonesia (AJII) Moh.Raskhanna S Depari mengamati bahwa  dengan kemajuan teknologi informasi,cukup berkembang pesat.Sehingga terlihat pembaca publik semakin dimudahkan untuk mencari dan menginginkan dunia informasi yang dia inginkan.

Hal itu banyak pengelola situs-situs dengan memiliki berbagai tampilam informasi pada publik.Untuk itu nantinya keberadaan situs " SIBER NELAYAN" Seputar Informasi Berita Nelayan " akan berusaha menampilkan berbagai kegiatan nelayan di pesisir Indonesia.

Untuk itu kami mengaharapkan agar publik pembaca para kelaurga nelayan dimana pun berada, agar dapat mengirimkan berbagai macam kegiatan tentang nelayan, baik berita maupun poto jelas  Raskhanna S Depari  dalam jumpa Pers di Hotel Topas Bandung " .

Tampilan Siber Nelayan sederhana berita independen,memihak pada menuju kebenaran,menyuarakan aspirasi rakyat pesisir para kaum nelayan.Karena masih banyak potensi dari nelayan yang belum terpublikasikan sehingga pemerintah nantinya mengerti apa sebenarnya kebutuhan maupun perlindungan pada nelayan di wilayah Indoensia.==//kba.ajiinews//kba.sn-r//