Kamis, 14 Juni 2012

KETUA PERSIT CHANDRA KIRANA PANGDAM III SILIWANGI JABAR :


            
                KUNJUNGI PABRIK PD SUMBER RASA TERASI UDANG  INDRAMAYU
                                        

 
Indramayu-“kba-kantor berita ajiine

Pimpinan PD Sumber Rasa, Desi Melani, Ketua PD III Siliwangi Hartini Sony Wijaya, Ketua Koperasi Serba Usaha “ AJII Menuju Sejahtera”, Sri Herlias Tuti    acara kunjungan kerja beserta rombongan dan Nita Manejer PD Sumber Rasa,Rabu 13/6  di Lingkungan Industri Kecil Kabupaten Indramayu Jabar.//poto-kba ajiinews/ras//

Kunjungan kerja yang dilakukan Ketua Persit Chandra Kirana, Hartini Sony Wijaya ibu Pangdam III Siliwangi Provinsi Jawa Barat, Mayjen TNI Sony Wijaya Rabu (13/6) datang langsung melihat system pengolahan pabrik terasi PD Sumber Rasa di Kabupaten Indramayu.Kedatangan Ketua Persit PD III Siliwangi sekitar pukul 16.45 WIb beserta rombangan di Makodim 0616 Indramayu.Kedatangan Rombongan  Ibu Hartini Sony Wijaya  beserta rombongan  disambut oleh Kodim 0616 Indramayu Letkol Ari Arif Wibowo.

Dijelaskan oleh Dandim 0616 Indramayu, Letkol Ari Arif Wibowo, kedatangan ibu Ketua Persit Chandra Kirana PD III Siliwangi, ibu Hartini Sony Wijaya  semangat kerja dalam peran serta keluarga Persit dalam mengemban tugas di daerah Kodam III Siliwangi.Selain itu bahwa TNI bagian dari rakyat dan dekat ,juga milik rakyat .Untuk itu Tegas  Ari, TNI selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Indramayui ,agar  peran serta TNI dapat bermanpaat untuk kepentingan masyarakat. 

Sementara penjelasan Hartini Sony Wijaya pada wartawan  “ kba “ kedatangannya  ke daerah dalam kunjungan kerja  baru petama kali ,sekaligus melihat aktivitas kinerja daerah ,khusunya sektor usaha  pada industri  kecil. Rasa ingin mengetahui bagaiamana proses industri kecil membuat terasi udang, yang enak di makan  asli  terasi ,hasil dari daerah Indramayu tegasnya.
,Ditambahkannya , karena terasi udang   banyak peminatnya juga pasti di kenal oleh seluruh rakyat Indonesia.Juga kan makanan khas daerah tuturnya,  ibu  juga seneng makan terasi selorohnya sambil tersenyum.

Ketika Ibu Hartini Sony Wijaya ,ke Pabrik PD Sumber Rasa, langsung melihat bagaimana system ,proses pembuatan Terasi , ketika ditanya ibu Hartini Sony Wijaya, langsung dipandu Pimpinan PD Sumber Rasa  , Desi Melani , didampingi Putrinya  Nita menunjukkan ke pabrik terasi,Desi menjelaskan bahwa PD Sumber Rasa memiliki hasil produksi andalan  empat jenis  terasi udang, diolah menggunakan  bahan- bahan alami  tegas Desi.

Adapun produksi PD Sumber Rasa jelas  Nita pada Hartini Sony Wijaya ,khusunya menjadi andalan terasi Kota Indramayu  antara lain, Terasi Udang Asli cap Wahid (Matang),Terasi Udang Asli Mentah Kualitas Satu, Terasi Spesial Kualitas dua,Terasi Rebon Asli Kualitas tiga,Terasi Udang Asli Kualitas empat,Ikan bilis, Sambal Terasi Udang,Udang Rebon Mentah Indramayu .

Selain itu juga disampaikan oleh Ibu Dian Hari Arif Wibowo ,kedatangan ibu Hartini Sony Wijaya  selaku PD III Siliwangi ke Makodim 0616 Indramayu  adalah salah satu hubungan kunjungan orang tua ke anaknya.Menjalin hubungan kekeluargaan  anatara jajaran TNI dengan masyarakat daerah Indramayu .Dalam acara kunjungan kerja Ibu Hartini Sony Wijaya  tersebut diagendakan  dua lokasi yaitu  Pabrik Terasi Udang , PD  Sumber Rasa dan Pabrik Krupuk di Kenanga Indramayu,jelas ibu Dian.
//kba//ras//




Kamis, 01 Maret 2012

Target APBN Tahun 2012 Sebesar 855.000 Barel Per Hari

Lifting Minyak Jauhi Target APBN

Penulis : Mila Novita   "sinar harapan "
(foto:dok/ist)

Jakarta-"kba.ajiinews"

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menyarankan pemerintah memperbaiki asumsi produksi dan penjualan minyak pentah (lifting) menjadi 910.000 barel per hari (bph).

Asumsi lifting dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2012 sebesar 930.000 barel per hari (bph) dinilai terlalu tinggi. Sampai dengan Selasa (28/2), produksi rata-rata 2012 sebesar 855.000 bph atau minus 75.000 bph dari target.

Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Rudi Rubiandini mengatakan bahwa pencapaian produksi yang di bawah target ini tidak terlalu mengejutkan. BP Migas memiliki kisaran target rata-rata 891.000-930.000 bph sepanjang 2012. Angka 891.000 bph didapat dari program kerja dan anggaran (work programme and budget/WP&B) dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). 

Sementara, angka 930.000 didapat dari WP&B KKKS ditambah dengan serbagai upaya di antaranya produksi saat eksplorasi (put on production/POP), Pre-PoD (Plan of Development), dan upaya penerapan teknologi lanjutan (enhance oil recovery). 

“Dalam rangka menghitung APBN sebaiknya digunakan angka yang most likely bisa terjadi, yaitu di tengah-tengahnya sebesar 910.000 bph,” kata Rudi.
Kepala Divisi Humas, sekuriti, dan Formalitas Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Gde Pradnyana mengatakan bahwa produksi minyak nasional sedang dalam masa penurunan. Produksi akan kembali naik pada 2014 ketika Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Jawa Timur, berproduksi penuh 165.000 bph pada 2014. 

“Setiap tahun berpotensi mengalami penurunan sebesar 12 persen,” kata Gde di Jakarta, Rabu (29/2).
Upaya eksplorasi dan pengeboran sumur baru, kata Gde, hanya berhasil menahan laju penurunan hingga menjadi tiga persen. 

Berdasarkan catatan, produksi minyak mentah nasional pernah mengalami masa keemasan pada tahun 1997. Saat itu produksi minyak mencapai 1,6 juta bph. Lalu, produksi mengalami penurunan sampai akhirnya ditemukan potensi di Lapangan Duri, Riau, pada 1995 yang produksinya mencapai 1,6 juta bph. //sibernelayan.com//

BBM NAIK BERATKAN EKONOMI RAKYAT


Kenaikan BBM Pukul Sektor Industri

Penulis : (Moh Ridwan/Faisal Rachman/Odeodata H Julia  " sinar harapan"
(foto:dok/ist)
Jakarta-"kba.ajiinews"

 Rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang akan diberlakukan pemerintah mulai 1 April mendatang diprediksi menimbulkan efek domino terhadap sektor industri dalam negeri.
Pelaku industri tidak hanya menanggung beban kenaikan biaya energi, melainkan juga kenaikan hampir seluruh komponen biaya produksi.

Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismy kepada SH, Kamis (1/3) pagi, mengatakan, dampak kenaikan BBM pasti akan membawa efek domino yang akan mengerek kenaikan harga secara keseluruhan.

Dalam struktur biaya energi untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT), BBM mengambil porsi 10 persen di samping batu bara (20 persen) dan listrik (70 persen). Konsumsi BMM pada industri TPT mayoritas digunakan untuk menghidupkan mesin pemanas (boiler).

Meski demikian, jika harga BBM naik, pelaku industri TPT juga harus mengeluarkan biaya produksi tambahan yang cukup besar, karena kenaikan harga BBM otomatis akan mengerek kenaikan biaya angkutan, baik jalan darat maupun pelabuhan serta kenaikan harga bahan baku.

"Kalau dihitung dari pos biaya energi dalam struktur biaya produksi di industri TPT, biaya BBM memang hanya 10 persen, tetapi efek domino yang ditimbulkan dari kenaikan BBM sekecil apa pun pasti akan memengaruhi biaya produksi secara keseluruhan. Ini karena semuanya dipastikan ikut naik," ujarnya.

Pelaku industri kendaraan bermotor yang produknya langsung bersentuhan dengan BBM mengakui kenaikan harga BBM akan memengaruhi perilaku pasar. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan pasar akan mengalami keterkejutan sejenak, namun akan pulih setelah tiga sampai empat bulan selepas kenaikan.

"Kita sudah berpengalaman bertahun-tahun lamanya, kalau waktu 2005 kenaikan (Premium dan solar) lebih dari 100 persen, pasar anjlok. Tetapi kalau kenaikannya 20–30 persen, terganggu sedikit tiga sampai empat bulan," kata Ketua Formatur I Gaikindo, Jongkie Sugiarto.
Menurutnya, dampak terbesar akan dirasakan di kalangan calon konsumen yang berniat membeli mobil pertama.

Borong Premium
Sementara itu, warga di Bandar Lampung mulai “memborong” Premium dengan mengisi penuh tangki kendaraannya. Berdasarkan pantauan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bandar Lampung, Kamis, pengendara kendaraan bermotor tampak mengantre, meski tidak sampai mengular sampai ke luar kawasan SPBU.

Antrean truk terjadi di SPBU di kawasan Jalan Lintas Sumatera. Hal serupa tampak Di SPBU seperti di kawasan Sukarame, Kalibalok, Antasari, Kedaton, dan Wayhalim.
Sejumlah karyawan SPBU menyebutkan, banyak pengendara mobil pribadi yang mulai mengisi penuh tangki kendaraannya dengan Premium untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan atau kenaikan harga BBM.

Salah satu pengendara mobil, Ucok, mengatakan, dirinya selalu mengisi penuh tangki kendaraannya untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan BBM. "Saya khawatir sulit mendapatkan Premium, makanya selalu saya isi penuh, bukan karena harganya yang mau naik," katanya.

Minat warga membeli Pertamax masih rendah, karena harganya yang jauh lebih mahal dibandingkan Premium. Meski harga Premium dinaikkan, warga diperkirakan masih enggan menggunakan Pertamax karena perbedaan harganya yang besar dibandingkan Premium, serta meningkatnya tekanan hidup akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.

Menurut Pertamina Lampung-Bengkulu, konsumsi BBM masyarakat Lampung per hari untuk Premium rata-rata 1.800–1.950 kiloliter, dan solar 1.300–1.400 kiloliter.
Buruh di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) meminta harga BBM tidak naik, karena dapat menambah beban, tidak hanya bagi buruh, tetapi juga pengusaha. "Jika harga BBM naik, beban buruh semakin berat terkait biaya transportasi. Biaya produksi perusahaan tentu juga ikut naik," kata Koordinator Gerakan Buruh
 Berjuang (Gerbang) Jawa Tengah Prabowo Luh Santoso, di Semarang, Kamis (1/3).

Ia mengatakan, sebenarnya buruh berharap harga BBM bisa turun, bukan justru naik seperti yang direncanakan pemerintah. "Jika kemudian akhirnya BBM naik, kami akan mengajukan revisi besaran UMK, karena kenaikan harga BBM bisa perpengaruh terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, anggota Dewan Pengupahan Jawa Tengah Indartono menjelaskan, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan tidak memungkinkan revisi UMK.
"Kenaikan BBM tidak dapat serta merta memunculkan koreksi terhadap UMK. UU tidak memungkinkan untuk melakukan perubahan," katanya.

Dari Jayapura, Papua dilaporkan ratusan sopir tangki minyak BBM yang tergabung dalam Kru Mobil Tangki BBM, Rabu (29/2) siang, melakukan unjuk rasa. Mereka selain menuntut kesejahteraan juga meminta agar tidak diintimidasi dalam bentuk apa pun dan jangan diperlakukan seperti sapi perah.
Dengan mengendarai sepeda motor dan kendaraan roda empat, massa menuju Kantor DPRD Kota Jayapura di Kotaraja. Para sopir ini juga meminta perusahaan tempat mereka bekerja untuk tidak memberlakukan sistem kerja outsourcing.

Perusahaan diminta juga membayar upah mereka sesuai aturan dan dibayarkan setiap tanggal 5 setiap bulannya. "Jangan ada intimidasi terhadap karyawannya dan utamakan kesejahteraan," ujar koordinator demo Jufri di hadapan Ketua Komisi C Yance Kambuaya dan anggotanya.
Hingga Akhir 2012

Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis kepada SH, Rabu (29/2), mengatakan, pemerintah sudah memastikan akan menaikkan harga BBM bersubsidi di kisaran Rp 6.000 per liter. Namun, untuk tahun ini, tidak bisa dipastikan kenaikan menjadi kenaikan harga yang terakhir.
Harga Rp 6.000 per liter untuk Premium dan solar masih bisa bergerak naik lagi jika pemerintah menilai perlu menyesuaikannya dengan harga minyak dunia.

“Kenaikan itu (saat ini-red) akan berlangsung sampai akhir 2012, kecuali pemerintah berubah pikiran dan mengajukan lagi perubaan APBN kedua di masa datang,” katanya.
Rencana pemerintah menaikkan harga BBM dinilai sebagai sebuah pilihan lebih rasional ketimbang melakukan pembatasan. Merespons hal tersebut, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Andy Noorsaman Sommeng, di Jakarta, Rabu siang, segera mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi konsekuensi yang terjadi.

“Kami akan mengawal kebijakan tersebut agar tidak terjadi penyalahgunaan dalam penyaluran bahan bakar bersubsidi,” katanya.
Menurutnya, lembaga yang dipimpinnya ini, sesuai undang-undang, bertugas mengamankan penyaluran BBM bersubsidi agar tidak terjadi distorsi di pasar yang menyebabkan biaya makin tinggi. “Jangan sampai jatah yang disubsidi pemerintah lari ke industri atau pihak-pihak  lain yang tidak berhak,” katanya.

Untuk kepentingan itu, BPH Migas sudah menyiapkan tim demi efektivitas dan kelancaran penyaluran BBM bersubsidi ke seluruh Indonesia. Tim yang dimaksud terutama difungsikan untuk melakukan pengawasan, baik sebelum lahirnya kebijakan kenaikan harga jika jadi diterapkan, saat penyaluran, dan setelah kebijakan diterapkan.

Jika timnya yang sudah mulai bekerja ini menemukan adanya semacam penimbunan BBM bersubsidi atau bentuk pelanggaran lain yang merugikan rakyat dan negara, BMH Migas akan menindaknya. Ini sudah menjadi tanggung jawab lembaga tersebut. “Mereka harus dihukum. Kami tidak peduli siapa pun yang terlibat. Kalau melanggar, ya melanggar,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengusulkan dua opsi terkait pengurangan besaran subsidi penjualan bahan bakar minyak.
Opsi pertama yaitu menaikkan harga jual eceran Premium dan solar sebesar Rp 1.500 per liter. Sementara itu, opsi kedua, pemerintah tetap memberikan subsidi pada harga eceran BBM dengan maksimal Rp 2.000 per liter untuk BBM jenis Premium dan solar. (Ant)

Senin, 27 Februari 2012

Bantuan Kapal Nelayan 30 GT



KKP Beri Bantuan 9 Kapal Ikan ke Maluku

Maluku-"kba.ajiinews"

Kementerian Kelautan dan Perikanan memberi bantuan sembilan unit kapal ikan Mina berbobot mati lebih dari 30 gross ton (GT) kepada nelayan di Provinsi Maluku. "Bantuan ini untuk mendukung Provinsi Maluku sebagai lumbung ikan nasional," ujar Sharif Cicip Sutardjo, Menteri Kelautan dan Perikanan, Minggu (5/2).

Selain kapal, KKP juga-memberikan bantuan langsung Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) perikanan tangkap untuk 39 kelompok nelayan, senilai masing-masing Rp 100 juta, atau total Rp 3,9 miliar. Sedangkan untuk usaha pengolahan mendapat bantuan Rp 1,9 miliar.

Untuk mengembangkan pelabuhan perikanan (PP) Bandanaira dan PP Eri, KKP memberikan bantuan pembangunan masing-masing senilai Rp 3 miliar. Diharapkan bantuan itu dapat digunakan untuk mengembangkan dan meningkatkan infrastruktur dua pelabuhan perikanan tersebut

Dalam siaran persnya, KKP mengatakan bantuan ini merupakan tindak lanjut upaya percepatan pelaksanaan prioritas pembangunan nasional, khususnya program ketahanan pangan di bidang kelautan dan perikanan.//handoyo //-//kba.ajiinews//sibernelayan//
Sumber :Harian kotan 07 febuari 2012.hal7



Menteri KKP Bantu Sulbar Tujuh Kapal Nelayan

Menteri KKP Bantu Tujuh Kapal Nelayan Di Sulawesi Barat


=sumber antara =

Sulawesi Barat -Mamuju -"kba GALANG "

 Kementrian Keluatan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan kepada pemerintah di Provinsi Sulawesi Barat, berupa tujuh unit kapal untuk nelayan.

Menteri Keluatan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo saat melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sulbar, menyerahkan bantuan tujuh unit kapal nelayan kepada Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Sabtu.

Kapal bantuan perikanan yang diberikan KKP tujuh unit untuk nelayan Sulbar, terdiri dari tiga unit kapal nelayan berkapasitas 30 GT senilai Rp4.5 miliar dan empat unit kapal nelayan berkapasitas 5 sampai 30 GT senilai Rp4.2 miliar.
Selain memberikan bantuan kapal kepada nelayan Sulbar KKP juga memberikan bantuan dua paket penyediaan rumah ikan untuk nelayan Sulbar senilai Rp400 juta.

Kemudian juga memberikan bantuan 1000 unit kartu nelayan yang nilai anggarannya sekitar Rp50 juta.

"Bantuan yang diberikan itu bersumber dari dana APBN tahun 2012 melalui Direktorat Jendaral Perikanan Tangkap KKP," kata Sharif C Sutardjo.

Ia mengatakan, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk peningkatan sarana dan prasarana perikanan tangkap di Sulbar dalam rangka memacu produksi perikanan dalam negeri agar terus meningkat.

Menurut dia, produksi perikanan tangkap dalam negeri sekitar enam juta ton pertahun dirasakan masih rendah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonominya, sehingga mesti terus digenjot dan ditingkatkan.

"Kita masih kalah dari negara China yang mampu memproduksi hasil perikanan tangkapnya sekitar 16 juta ton pertahun, sementara negara kita hanya mampu memproduksi enam juta ton, sehinga produksi perikanan kita mesti ditingkatkan mulai daerah," katanya.

Oleh karena itu ia mengatakan, pada tahun ini, seluruh sarana dan prasarana tangkap kebutuhan nelayan di daerah penghasil ikan di Indonesia, termasuk di Sulbar harus dipenuhi agar lebih memadai sehingga produksi perikanan dalam negeri terus dapat meningkat untuk memajukan ekonomi bangsa. (T.KR-MFH/E001)

Minggu, 26 Februari 2012

SIBER NELAYAN - Seputar Informasi Berita Nelayan


SIBER NELAYAN - Seputar Informasi Berita Nelayan

Bandung-"kba.ajiinews"

Ketua Aktivitas Jurnalistik Independen Indonesia (AJII) Moh.Raskhanna S Depari mengamati bahwa  dengan kemajuan teknologi informasi,cukup berkembang pesat.Sehingga terlihat pembaca publik semakin dimudahkan untuk mencari dan menginginkan dunia informasi yang dia inginkan.

Hal itu banyak pengelola situs-situs dengan memiliki berbagai tampilam informasi pada publik.Untuk itu nantinya keberadaan situs " SIBER NELAYAN" Seputar Informasi Berita Nelayan " akan berusaha menampilkan berbagai kegiatan nelayan di pesisir Indonesia.

Untuk itu kami mengaharapkan agar publik pembaca para kelaurga nelayan dimana pun berada, agar dapat mengirimkan berbagai macam kegiatan tentang nelayan, baik berita maupun poto jelas  Raskhanna S Depari  dalam jumpa Pers di Hotel Topas Bandung " .

Tampilan Siber Nelayan sederhana berita independen,memihak pada menuju kebenaran,menyuarakan aspirasi rakyat pesisir para kaum nelayan.Karena masih banyak potensi dari nelayan yang belum terpublikasikan sehingga pemerintah nantinya mengerti apa sebenarnya kebutuhan maupun perlindungan pada nelayan di wilayah Indoensia.==//kba.ajiinews//kba.sn-r//